STRUKTUR SEL DAN FUNGSI JARINGAN PADA TUMBUHAN

Pembelajaran Biologi sangat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, pemahaman mengenai konsep-konsep materi serta ketersediaan sarana dan prasarana seperti media pembelajaran akan sangat membantu dalam bekerja di laboraturium (Kurniawan, 2013). Organel sel merupakan subkonsep yang abstrak karena tidak dapat diamati oleh kasat mata, sehingga akan sulit untuk membayangkan struktur dan bentuk tubuhnya karena hanya dapat diamati dengan mikroskop (Rahman, Ernawati, & Eleanara, 2018). Fokus kajian biologi telah mengalami perubahan yang signifikan, bukan hanya terbatas pada tingkat organisme atau sel, melainkan lebih dalam lagi ke tingkat molekuler. Perkembangan biologi molekuler dahulu diawali dengan penemuan struktur kimia DNA oleh Watson dan Crick. Biologi menempatkan sel sebagai satuan dasar kehidupan, kemudian gen sebagai satuan dasar pewarisan sifat, dan evolusi sebagai mekanisme yang mendorong terciptanya spesies baru. Keanekaragaman makhluk yang terbentuk sebagai ekspresi dari dinamika gen yang terjadi akibat faktor internal maupun eksternal individu sekaligus faktor pembawa sifat keturunan (Hariyadi, 2015).
Sel-sel tumbuhan hampir selalu mengandung dinding sel ekstraseluler, yang terbuat dari selulosa. Plastid adalah ciri dari kebanyakan sel tumbuhan. Vakuola merupakan ciri yang cukup menonjol pada sel tumbuhan. Tumbuhan sangat berbeda dari hewan dalam hal detil-detil spesifik dari pembelahan sel (mitosis), walaupun ciri-ciri umum dari fungsi reproduktif tersebut mirip dengan kedua kelompok organisme tersebut (George, 2011) .

Sel-sel berkumpul membentuk suatu jaringan yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. Jaringan-jaringan pada tumbuhan ada yang bersifat meristematis, yaitu jaringan muda yang masih aktif membelah, dan ada juga yang bersifat permanen, yaitu jaringan dewasa yang tidak membelah (Endang, 2010). Jaringan pada tumbuhan terdiri dari tiga jenis, yaitu jaringan dasar yang terdiri dari parenkim, sklerenkim dan kolenkim. Jaringan tersebut akan tetap ada hingga tumbuhan tersebut tumbuh dewasa. Jaringan pengangkut terdiri dari xylem dan floem. Xylem berfungsi sebagai pengangkut air dari akar menuju ke daun, sedangkan floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh tubuh. Jaringan dewasa terdiri dari jaringan-jaringan yang berfungsi untuk melindungi tubuh tumbuhan. Jaringan dewasa dibedakan menjadi epidermis, parenkim, skelerenkim, kolenkim, xylem dan floem. Parenkim merupakan jaringan pengisi pada semua organ tumbuhan. Sklerenkim merupakan jaringan penguat pada organ tumbuhan tua, sedangkan kolenkim adalah jaringan penguat pada organ tumbuhan tua, sedangkan kolenkim adalah jaringan penguat pada organ tumbuhan muda. (Muchyar, dkk, 2018 ).
Tipe-tipe jaringan pengangkut yang ada pada tumbuhan antara lain :
1. Tipe Kolateral
Tipe kolateral merupakan berkas pengangkut dimana xilem dan floem terletak berdampingan. Floem berada pada bagian luar xilem. Tipe kolateral terbuka, jika antara xilem dan floem terdapat kambium, dijumpai pada dicotyledinae dan Gymnospermae. Tipe kolateral tertutup, jika diantara xilem dan floem tidak dijumpai kambium, terdapat pada monocotyledonae.
2. Tipe konsentris
Tipe konsentris merupakan berkas pengangkut dimana xilem dikelilingi oleh floem atau sebaliknya.Tipe konsentris amfikibral, apabila xilem berada ditengah floem mengelilingi xilem, dijumpai pada tumbuhan paku. Tipe konsentris amvifasal, apabila floem ditengah dan xilem mengelilingi floem, dijumpai pada cirdy sp. dan rizoma acorus calamus.
3. Tipe Radial
Tipe radial merupakan berkas pengangkut dimana xilem dan floem letaknya bergantian menurut jari-jari lingkaran, dijumpai pada akar tumbuhan (Tambaru, 2014).

Tumbuhan merupakan organisme autotrof atau organisme yang dapat membuat makanannya sendiri karena dapat melakukan fotosintesis. Karbon dioksida sangat dibutuhkan untuk fotosintesis, tetapi jika konsentrasinya melampaui ambang batas udara bersih, dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman itu sendiri (Tambaru, 2014). Pertumbuhan batang, akar dan daun pada suatu tumbuhan dapat ditunjukkan dengan terjadinya penambahan diameter batang dan diameter lumen xilem batang, penambahan diameter akar dan diameter lumen xilem akar, penambahan lebar daun dan kerapatan stoma. Semakin tinggi intensitas cahaya, kerapatan stomata di permukaan daun semakin meningkat. Kerapatan dan jumlah stomata yang banyak merupakan proses adaptasi dari tanaman terhadap kondisi lingkungannya (Hapsari, Darmanti, & Hastuti, 2018)
Organ merupakan kumpulan dari beberapa jaringan yang memilki tujuan atau peranan tertentu dalam tubuh. Organ tumbuhan di bedakan menjadi organ vegetatif dan generatif. Organ vegetatif yaitu akar, batang, dan daun. Organ generatif yaitu bunga, buah, dan biji. Pada daun terdapat suatu organel sel yang tidak terdapat pada suatu organel sel yang tidak terdapat pada organel sel hewan, yaitu plastida yang di dalamnya terdapat klorofil ( Muchyar, dkk, 2018 ).
Pada tumbuhan berbiji terdiri dari dua jenis yaitu dikotil dan monokotil . terdapat perbedaan struktur antara tumbuhan dikotil dan monokotil perbedaan yang signifikan dapat dilihat dengan mata telanjang. Adapula yang menggunakan mikroskop. Selain itu pada tumbuhan juga terdapat pada buah, bunga, dan biji. Sebagai penunjang kehidupan selanjutnya bagi tumbuhan. Buah, bunga, dan biji berfungsi untuk alat reproduksi bagi tumbuhan ( Muchyar, dkk, 2018 ).
Perbedaan tumbuhan dikotil dan monokotil :
A. Tumbuhan Dikotil
1. Akar Berupa akar tunggang
2. Batang Berkambium dan bercabangcabang.
3. Daun Bertulang daun sejajar atau melengkung.
4. Bertulang daun menyirip atau menjari.
5. Bunga Umumnya bagian bunga berjumlah 2, 4 dan 5 atau kelipatannya.
6. Berkas pengangkut pada batang: Pembuluh kayu dan pembuluh tapis letaknya teratur. Pembuluh kayu sebelah dalam dari pembuluh tapis.
B. Tumbuhan Monokotil
1. Akar Tersusun atas akar serabut.
2. Batang Tidak berkambium.
3. Daun berbentuk pita dan panjang.
4. Daun lebar-lebar, dengan bentuk beraneka ragam.
5. Bunga Umumnya bagian-bagian bunga berjumlah 3 atau kelipatannya.
6. Berkas pengangkut pada batang: Pembuluh kayu dan pembuluh tapis letaknya tersebar pada batang (Julia, 2018)

Tumbuhan merupakan organisme autotrof atau organisme yang dapat membuat makanannya sendiri karena dapat melakukan fotosintesis. Karbon dioksida sangat dibutuhkan untuk fotosintesis, tetapi jika konsentrasinya melampaui ambang batas udara bersih, dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman itu sendiri (Tambaru, 2014). Pertumbuhan batang, akar dan daun pada suatu tumbuhan dapat ditunjukkan dengan terjadinya penambahan diameter batang dan diameter lumen xilem batang, penambahan diameter akar dan diameter lumen xilem akar, penambahan lebar daun dan kerapatan stoma. Semakin tinggi intensitas cahaya, kerapatan stomata di permukaan daun semakin meningkat. Kerapatan dan jumlah stomata yang banyak merupakan proses adaptasi dari tanaman terhadap kondisi lingkungannya (Hapsari, Darmanti, & Hastuti, 2018)

CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN
1. organel sel yang merupakan tempat berlangsungnya respirasi sel disebut . . .
a. lisosom e. retikulum endoplasma
b. nukleus
c. mitokondria
d. ribosom
jawaban : C
Pembahasan : Mitokondria merupakan organel sel yang terdapat di dalam semua sel eukariotik dan merupakan tempat utama berlangsungnya respirasi aerobic.

2. Bagian sel yang hanya terdapat pada sel tumbuhan dan tidak terdapat pada sel hewan adalah…
a. Dinding sel
b. Selaput plasma
c. Nukleolus
d. Benang kromatin
e. Vakuola
Pembahasan:
Dinding selàhanya pada tumbuhan,untuk melindungi sel tumbuhan bagian luar dan pemberi bentuk sel tumbuhan
Selaput plasma/membran plasma àpada hewan dan tumbuhan,untuk mengadakan pertukaran zat dengan sioplsma
Nukleolus/anak inti àpada hewan dan tumbuhan untuk,sintesis RNA
Benang kromatin àpada hewan dan tmbuhan termasuk dalam nukleus untk menyimpan informasi genetik
Vakuola à pada hewan uniseluler saja dan tumbuhan,untuk penimbunan sisa metablosme dan metabolit sekunder seperti getah karet,tanin dll,memasukan air melalui tonoplas (membran) ,menyimpan pigmen dan menyimpan minyak astiri seperti kayu putih.
Jawaban A
3. Jaringan penyusun akar tumbuhan dikotil yang bersifat meristematik adalah …
a. korteks
b. kambium
c. perisikel
d. endodermis
Pembahasan :
Jaringan penyusun akar tumbuhan dikotil yang bersifat meristematik adalah kambium. Kambium ke arah luar membentuk floem dan ke arah dalam membentuk xylem.
Jawab : a
4. Susunan anatomi batang berikut yang tidak dimiliki oleh tumbuhan dikotil adalah…
a. kulit dan kayu dapat dipisahkan
b. Pembuluh angkut tersebar
c. pembuluh angkut dalam lingkaran
d. kayu dan kulit dipisahkan oleh kambium
Jawaban:B
5. Ciri utama daun sebagai organ fotosintesis adalah …
a. menghasilkan klorofil
b. adanya pertulangan daun
c. daun yang pipih dan lebar
d. memiliki stomata

Jawaban:A

DAFTAR PUSTAKA
Endang, G. L. (2010). Peranan zat Pengatur Tumbuh dalam Perbanyakan Tanaman Melalui Kultur Jaringan. Jurnal Agrobiogen, 7 ( 1 ), 63-68.
George, H. F. (2011). Biologi. Jakarta: Erlangga.
Hapsari, A. T., Darmanti, S., & Hastuti, E. D. (2018). Pertumbuhan Batang, Akar dan Daun Gulma Katumpangan. Jurnal Buletin Anatomi dan Fisiologi, Vol.3 (1): 83-84 .ISSN 2527-6751.
Hariyadi, S. (2015). Evaluasi Akadimik Mahasiswa Biologi Terhadap Perkuliahan Genetika di Universitas Jember. Jurnal BIOeduKASI, Vol.3(2): 337-348 ISSN: 2301-2478.
Julia, S. P. (2018). Implementasi Augmented Reality Sebagai Pembelajaran Pertumbuhan Tanaman Dikotil dan MonokotilL untuk Sekolah Dasar. Jurnal Sistem Informasi, Vol.9 (1): 33-34.
Kurniawan, A. D. (2013). Metode Inkuiri Terbimbing Dalam Pembuatan Media Pembelajaran Biologi Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Kreativitas Siswa SMP. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, Vol.2 (1): 8-11.
Muchyar, Sari, M. M., & Yulinda, R. (2018). Modul Praktikum Dasar-Dasar Makhluk Hidup. Banjarmasin: Laboratorium IPA Terpadu.
Rahman, A., Ernawati, E., & Eleanara, B. (2018). Profil Kreativitas dan Pemahaman Konsep Siswa pada Subkonsep Organel Sel Hewan dan Tumbuhan. Jurnal Biologi dan Pembelajarannya, Vol. 13(2): 25-30.
Tambaru, E. (2014). Identifikasi Struktur anatomi Stomata Penampang Membujur Daun pada Beberapa Jenis Pohon Hutan Kota Makassar. Jurnal Alam dan Lingkungan, Vol.5 (8). ISSN 2086-4604.

Pos blog pertama

Ini adalah pos pertama Anda. Klik tautan Sunting untuk mengubah atau menghapusnya, atau mulai pos baru. Jika ingin, Anda dapat menggunakan pos ini untuk menjelaskan kepada pembaca mengenai alasan Anda memulai blog ini dan rencana Anda dengan blog ini. Jika Anda membutuhkan bantuan, bertanyalah kepada orang-orang yang ramah di forum dukungan.